Bahasa Tionghua (Zhonghua) yang secara umum lebih dikenal
dengan bahasa Mandarin merupakan bahasa tertua di
dunia yang masih digunakan hingga sekarang oleh lebih dari 1/5 penduduk dunia. Menurut
para ahli arkeolog, pada 7000 SM, penduduk Tiongkok purba
sudah bercocok tanam milet, di Ningxia ditemukan 3.172
lukisan gua berasal dari 6000-5000 SM yang mirip dengan karakter-karakter awal
yang dikonfirmasi sebagai tulisan mandarin kuno,
dari sini terus berkembang dari jaman ke jaman
sampai terbentuk tulisan mandarin atau 汉字 (Hànzì) yang sekarang ini.
Di Tiongkok (Republik Rakyat China) seperti
halnya di Indonesia yang memiliki banyak bahasa dialek local方言 (fāngyán), bahasa mandarin digunakan sebagai bahasa
pemersatu dan menjadi bahasa nasional, mereka menyebutnya dengan 普通话(Pǔtōnghuà)yang berarti “bahasa umum / standar”. Di Taiwan (Republik China) bahasa mandarin dikenal
dengan 国语(Guóyǔ)yang berarti “bahasa nasional / kebangsaan”. Di kalangan pengguna bahasa
mandarin, bahasa Tionghua juga disebut
dengan 中文 (Zhōngwén),华语 (Huáyǔ) atau 华文(huáwén),dan 汉语 (Hànyǔ).
Seiring dengan kebangkitan ekonomi Tiongkok
yang sangat pesat belakangan ini, bahkan telah menggeser Jepang menjadi kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia, bahasa
mandarin juga menjadi bahasa internasional kedua setelah bahasa Inggris. Di era
globalisasi ini semakin banyak orang dari berbagai negara di dunia berlomba-lomba
untuk belajar bahasa mandarin, bahasa mandarin dilihat bukan hanya sebagai
kebutuhan, tapi juga salah satu keharusan untuk dapat memenangkan persaingan
dalam dunia bisnis.
Salah satu keistimewaan belajar bahasa
mandarin, kita bukan hanya mempelajari bahasa sebagai alat komunikasi, memperluas
pergaulan dan menambah informasi saja, tetapi dengan mempelajari bahasa Tionghua
ini juga akan mengerti budaya, adat-istiadat, kearifan dan cara berpikir orang
Tionghua yang terbentuk dan telah tercatat sejak 5000 tahun yang lalu.